Selasa, 03 Januari 2017

Kita bisa Jadi Pahlawan

SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2016
Mari maknai hari pahlawan kali ini dengan lebih bijak dan bermanfaat.
Kita bisa menjadi Pahlawan dalam keluarga, istri/suami kita, anak anak kita, tetangga kita bahkan masyarakat di sekeliling kita.
Tak banyak yang kita lakukan namun beberapa itikad sikap dan perbuatan baik mampu membuat kita menjadi pahlawan.
Memang itu tak sebanding dengan para pejoeang kemedekaan doeloe, namun dengan keikhlasan dan toleransi yang tinggi akan mampu menjadi negarawan.
Kemampuan menempatkan diri dalam lingkungan sosial masyarakat, tanpa harus melukai atau membuat onar atau resah orang lain juga turut andil menjaga keutuhan dan mempertahankan kejayaan negeri yang Gemah Ropah Loh Jinawi ini.
Kericuhan sosial akibat adanya miss komunikasi satu pihak dengan pihak yang lain dengan berbagai macam sumber konflik, sehingga masyarakat belajar komunikasi yang baik antar sesama bahkan dengan alam raya.
Konflik dapat berkepanjangan dan menderitakan semua pihak, maka perlu semua pihak secara horizontal dan vertikal maupun kerikatan keduanya perlu kerjasama menstabilkan keadaan situasi yang Harmonis dan kondusif, sehingga cita cita bersama dapat terwujud.
Kebersamaan dalam civil society perlu diwujudkan agar mrnjadi kekuatan tak tertandingi di dunia, walaupun negara ini multi dimensi seperti suku adat budaya agama ideologi politik dan lainnya, kita semua harus yaqin bahwa kekuatan kebersamaan / gotong royong akan mengalau dan menjadi benteng sakti serangan Proxy War.
Disinilah penggalangan masyarakat akan terjadi antara pemerintah eksekutif, yudikatif, dan legislatif wajib bersatu padu atas nama kepentingan bersama, "satu suara satu gerakan satu tujuan satu satu hasil kebahagiaan".
Untuk semua itu di mulai dari hal kecil dalam keluarga, karena keluarga adalah bagian atom sebuah negara, jika atom meledak maka lihat dan bayangkan apa yang terjadi.
Sebab itu jaga keutuhan keluarga kebahagiaan keluarga kebersamaan keluarga keberhasilan keluarga kesejahteraan keluarga dengan catatan tanpa mengganggu keluarga yang lain.
Perlakuan orang tua kepada anaknya akan menjadi pengalaman abadi yang tanpa disadari oleh keduanya, dan akan terbawa hingga orang tua tiada dan  sang anak beranak pinak, memang tidak ada gading yang tak retak tapi kita patut berupaya sebaik dan sekuat tenaga sakpol kemampuan memperbaiki diri dan keluarga agar negara yang besar ini bisa hebat dan jaya bagi bangsanya sendiri dan bangsa yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar