tinjauan komprehensif tentang anatomi fungsional regio leher, neck pain non spesifik, kemampuan fungsional leher, serta aplikasi terapeutik dari Neck Cailliet Exercises sebagai intervensi. Bagian-bagian utama meliputi:
A. Anatomi Fungsional Regio Leher: Membahas vertebrae servikal (C1-C7, misalnya atlas, axis, vertebra prominens), sendi (atlanto-occipital, atlanto-axial, intracervical), ligamen, rentang gerak (misalnya, fleksi 45°-50°, rotasi 35°-40° per sisi), dan otot-otot utama seperti upper trapezius, levator scapulae, serta sternocleidomastoid, disertai diagram.
B. Neck Pain Non Spesifik: Mencakup definisi (sering idiopatik, menurut Bogduk 1984), gejala (nyeri, kekakuan, tortikollis), faktor risiko (misalnya, usia, postur ergonomis buruk, forward head posture), dan patofisiologi (ketidakseimbangan otot, taut band, iskemia, inflamasi yang menyebabkan spasme dan penurunan mobilitas).
C. Kemampuan Fungsional Leher: Mendefinisikannya menurut WHO (2020) sebagai kapasitas untuk gerakan leher sehari-hari (fleksi, ekstensi, rotasi) tanpa nyeri atau keterbatasan, dengan menekankan fleksibilitas otot dan rentang sendi.
D. Neck Cailliet Exercises: Mendeskripsikan teknik kontraksi isometrik-relaksasi-peregangan (Cailliet 1981) untuk spasme otot dan ketidakseimbangan; mencakup indikasi/kontraindikasi, mekanisme melalui Golgi tendon organ untuk meredakan nyeri dan meningkatkan fungsi, serta protokol langkah demi langkah (pemanasan, gerakan inti seperti fleksi/ekstensi yang ditahan, pendinginan) dengan foto gerakan.
Bab ini mengutip sumber seperti Netter (2018), Neumann (2017), dan Trisnowiyanto (2017), serta tampaknya mendukung studi tentang penggunaan latihan ini untuk meningkatkan fungsi,