Sabtu, 08 Oktober 2016

Salah Satu Cara Memperoleh Generasi Hebat

Dikatakan sebuah riwayat, nabi Muhammad Saw bahwa '' tidak ada suatu tahun akan lebih jelek keadaannya dari tahun sebelumnya,'',  kenyataan sekarang ini semakin hari semakin banyak kemaksiatan dan kerusakan terbuka terhadap akhlak generasi saat ini,  sejalan dengan perbaikan generasi perlu untuk memotong rantai tersebut,  maka perlu solusi dan kerjasama semua pihak agar dalam mendapatkan generasi emas yang berkualitas.
Tantangan di jaman ini adalah meningkatnya kuantitas dalam penggunaan Teknologi informasi komunikasi (TIK)  terutama media sosial sebagai sarana berafiliasi sesama manusia,  kecenderungan generasi saat ini lebih senang memainkan jari di keypad daripada menggunakan suara /lisan yang merupakan pemberian Alloh Swt dalam berkomunikasi sesama manusia maupun makluk ciptaan Alloh lainnya.
TIK tidak bisa disalahkan sebagai sumber bencana  moral tapi human being sebagai  User TIK perlu di bekali dengan keterampilan menggunakan TIK secara bijak dan bermanfaat dan positif.
LDII sebagai sebuah organisasi masyarakat merasa perlu dan berkewajiban dalam merawat warganya di saat ini dan masa mendatang,  sehingga dalam setiap pertemuan pengajian bersama selalu di nasihatkan kalam Illahi agar semua warga LDII bisa "menjaga diri dan keluarganya dari api neraka'',  merujuk ayat tersebut
Dikatakan oleh Ustad Muhammad Munir pada kegiatan Pengajian  bulan Oktober 2016 di Jayapura,  bahwa dalam rangka mendapatkan anak yang baik adalah sebagaimana diriwayatkan pada zaman Umar bin Khattab yaitu :
1. Menikah dengan pasangan yang baik agamanya, 
2. Memberikan nama yang baik pada Anak,
3. Mendidik agama (akhlak yang baik atau budi pekerti luhur ) bagi anak mulai usia dini hingga dewasa.
Demikian kami semua mengajak umat islam untuk bersama sama fastabikhul khoirot menggiring generasi Indonesia menjadi lebih maju dalam kaidah soleh solihat.
Semoga bermanfaat bagi semuanya.

Senin, 01 Agustus 2016

Referensi Dokter Praktek dan Apotik di Jayapura Papua

Bagian I :

A. Apotik Sakura ;
1. spesialis Penyakt dalam Dr.  I Made Darmaja.SpPD prkatrk setiap hari kecuali hari libur jam 18.30- slsai,
2. Doktet Umum dr Meilan Tjong Prakte k setiap hari kerja jam 17.00-21.00wit,
3. Spesialis  Kulit dan Kelamin dr Vivi Simulang, SP.KK prkatek jam

B. Apotik Parama ;
Jalan Raya Sentani - Padang Bulan - Jayapura,
1. dr A.J Engel Tandanya, M.Kes (Prkatek Umum) hari senin - sabtu jam 18. 00- slsai.
2. dr. F. Ria Dini, SpOg (Specialist Kebidanan dan Kandungan) hari selasa - jumat jam 18.00-sls.
3. dr. Immaculata Purwaningsih, SpA (specialist anak) hari senin - sabtu jam 18.00-sls.
4. dr. Darti Pakasi, Sp.Ip (Specialist Gantung dan Pembuluh Darah) hari senin, Rabui, jumat jam 17.00- sls.
5. dr. Z. Gustinawati Ratu, SpPK (specialist umum) hari senin-sabtu jam 18.00- sls.
6. dr. Cheryl Anwar, Sp.KK.,M.Kes (Specialist Kelamin dan Mulut) hari senin-sabtu sabtu jam 18.00- sls.
7. dr. Roaming, Sp.THT-KL (specialist Telling Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher) hari selasa dan kamis jam 18.00- sls.
8. dr. Anggraeni, Sp.PD (specialist Penyakit Dalam) hari senin-sabtu kamis jam 19.00-21.00wit.
9. dr. Raja, S.Sp.B (specialist Bedah) hari senin-jumat, jam 19.00-21.00wit.
10. dr. Theo, Sp.P ( specialist penyakit Pati dan Saluran Pernafasan) hari senin , Rabu, jam 19.00- slsai.

Minggu, 24 Juli 2016

Janji sang Jenderal Muda Jenderal Tito Karnavian

Tribratanews.com – Jenderal Polisi M Tito Karnavian telah resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang akan memasuki masa purnatugas.

Pelantikan Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri baru dilakukan langsung oleh Presiden RI Ir Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13-07-2016).

Kepada Kapolri baru ini, Presiden Jokowi meminta untuk segera melakukan reformasi menyeluruh di tubuh Polri. Sebuah tugas yang ditanggapi dengan optimis oleh Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Saya kira banyak yang memberikan dukungan, sepanjang dalam rangka membangun Polri. Karena itu adalah komitmen kami bersama adalah untuk membangun Polri, Polrinya baik maka akan bermanfaat bagi perkembangan demokrasi dan sistem pemerintahan, termasuk menjadi negara dan bangsa yang kuat,” katanya.

Sebelumnya, Jenderal Pol Tito Karnavian juga telah memaparkan visi dan misinya di hadapan Anggota Komisi III DPR RI, yang di antaranya berisi komitmen membangun Polri yang lebih baik di semua level.

“Visi saya adalah terwujudnya Polri yang makin profesional, modern, dan terpercaya, guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong-royong,” tegas Jenderal Pol Tito Karnavian saat fit and proper test calon Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23-06-2016).

Visi itu kemudian dijabarkan sebagai berikut:

1. Profesional: Meningkatkan kompetensi SDM Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan, serta melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan, dan dapat diukur keberhasilannya.

2. Modern: Melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin mudah dan cepat diakses oleh masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus dan Alpakam yang makin modern.

3. Terpercaya: Melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas dari KKN, guna terwujudnya penegakan hukum yang obyektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Untuk mewujudkan visinya, Jenderal Pol Tito Karnavian telah menyusun strategi 8-11-10, yakni 8 misi, 11 program, dan 10 komitmen.

Misi:
1. Berupaya melanjutkan reformasi internal Polri.
2. Mewujudkan organisasi dan postur Polri yang ideal dengan didukung sarana dan prasarana kepolisian yang modern.
3. Mewujudkan pemberdayaan kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional dan kompeten, yang menjunjung etika dan HAM.
4. Peningkatan kesejahteraan anggota Polri.
5. Meningkatkan kualitas pelayanan prima dan kepercayaan publik kepada Kepolisian RI.
6. Memperkuat kemampuan pencegahan kejahatan dan deteksi dini berlandaskan prinsip pemolisian proaktif dan pemolisian yang berorientasi pada penyelesaian akar masalah.
7. Meningkatkan Harkamtibmas dengan mengikutsertakan publik melalui sinergitas polisional.
8. Mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, menjunjung tinggi HAM dan anti KKN.

Program Prioritas:
1. Pemantapan reformasi internal Polri.
2. Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis TI.
3. Penanganan kelompok radikal prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal.
4. Peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan.
5. Peningkatan kesejahteraan anggota Polri.
6. Tata kelembagaan, pemenuhan proporsionalitas anggaran dan kebutuhan Min Sarpras.
7. Bangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas.
8. Penguatan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).
9. Penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan.
10. Penguatan pengawasan.
11. Quick Wins Polri.

Komitmen:
1. Melakukan konsolidasi internal dan menyiapkan langkah langkah strategis untuk mewujudkan organisasi Polri yang semakin solid dan profesional.
2. Melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan oleh Kapolri sebelumnya.
3. Mewujudkan insan bhayangkara dan organisasi Polri yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta menjunjung etika dan moral.
4. Selalu mengembangkan sistem diklat Polri dalam rangka meningkatkan kompetensi dan integritas SDM Polri.
5. Melakukan koordinasi dengan stake holder terkait guna memudahkan dan memperlancar program program yang telah direncanakan dan ditetapkan.
6. Menunjukan teladan pemimpin yang memiliki Kompetensi, Proaktif, Tegas, tidak ragu ragu dan bertanggung jawab, serta melayani dan memberdayakan anggota serta antisipatif terhadap perubahan.
7. mewujudkan pelayanan prima Polri kepada masyarakat dengan lebih mudah, cepat, nyaman dan humanis.
8. Menerapkan pemberian penghargaan bagi yang berprestasi dan menindak bagi yang melakukan pelanggaran.
9. Mengamankan program prioritas nasional dan kebijakan Pemerintah.
10. Melaksanakan dengan sungguh-sungguh reformasi internal Polri, peningkatan pelayanan publik menjadi lebih prima.

Semua program tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan dalam tiga tahap waktu. Tahap I berada di 100 hari pertama. Tahap II November 2016-Desember 2019. Tahap III Januari 2020-Desember 2021.

Minggu, 26 Juni 2016

LDII SEPENUH HATI PERANGI NARKOBA

Sambutan president RI dalam rangka HANI (hari anti narkoba international) Di jakarta 26/6/2016, "Jumlah pengguna kita meningkat mendapat 5.1 juta orang , setiap Hari 40-50 mati, kerugian belanda narkoba pengobatan, rehabilitation , pencurian , 6.3T, semua kalangan kena narkoba, desa-kota, tk-sma, sipil aparat pejabat, pengedar menemukan cara2 baru mengelabui aparat, memanfaatkan orang2 yg tidak dicurigai, dimanfaatkan JD kurir, penyelundupan menggunakan Cara 2 baru, semua harus dikawal dihentikan, perang lawan narkoba Di Indonesia, tegaskan kepada kapolda,  polres, polsek, kejar mereka dimana ada narkoba, sampaikan ke semua jajaran jk UU memungkinkan bisa Dorrr mereka (pelaku narkoba), tp sayangnya aturan tak memungkinkan, semua harus bersinergi, sekolah, Universitas, pemda, tni, Polri, Masyarakat,  jangan jadi rutinitas, ingatkan , bukan perlu kata2 tapi tindakan nyata, hilangkan ego Sektoral, kembalikan jaringan social budaya,  dimana pun ada narkoba harus Di berantas, negara Kita ga boleh jadi lalulintas apa lagi jadi prousen narkoba, Kita semua perang melawan narkoba."
Di tempat lain Suparto selaku Wakil Secretaris DPW LDII Provinci Papua mengatasi hal senada bahwa perlu semua generasi Di bekali ilmu tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba, dan perlu nya masin2 keluarga membekali anak-anaknya pengetahuan tentang itu bagaimana mengenali, mengetahui dan membentengi diri Dari bujukan teman atau orang lain yang tidak Di kenal agar tidak mudah menerima pemberian barang baru dan sifatnya coba2, perlu juga menjaga keharmonisan rumah tanggal sehingga anak tidak frustasi dan lari ke lingkungan yang tidak Baik akhlaknya, selain dengan pendekatan g agama generasi perlu Di doktrin semua Jeni's yang memabukkan itu Haram dan jika mengkonsumsinya lalu mati maka  matinya tidak bisa masuk surga,
Dengan keluarbiasaan para penjahat negeri yang bekerja dalam kemafiaan Narkoba perlu Di jerat hukuman seberat-beratnya, perlu dukungan wakil Rakyat untuk merubah peraturan atau UU Narkotika yang telah ada sehingga mampu berilfitrasi serta adaptasi dengan kemajuan jaman.
Jika mungkin sebulan seluruh jajaran/kalangan  berbicara  Narkoba sehingga bisa tuntas pemahamannya tentang bahaya nya bagi masa depan bangsa Indonesia. Semua harus berani melawan Dan memberantas Narkoba agar hidup aman central Sehat dan kuat.