Selasa, 24 September 2019

Pencarian Pesawat PT. Carpediem Aviasi Mandiri

Operasi pencarian (SAR) hari kelima berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri.
Tipe : Twin Otter DHC6-400.
No. Reg : PK-CDC.

1. Pada hari Minggu tanggal 22 September 2019 sekitar pukul 07:15 WIT operasi pencarian (SAR) berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri.
Tipe : Twin Otter DHC6-400.
No. Reg : PK-CDC di lereng pegunungan ketinggian 14.200 _feet_ wilayah Distrik Hoya, Kab. Mimika.

2. Kronologis operasi pencarian (SAR) pesawat sebagai berikut :

a. Pukul 05:30 WIT dilaksanakan _briefing_ penerbangan yang diikuti oleh _crew_ pesawat yang akan melaksanakan operasi SAR.

b. Pukul 06:18 WIT pesawat CN-235/ A-2318, pilot : Mayor Pnb Yoga _take off_ menuju area sasaran untuk melaksanakan pengamatan cuaca dan pencarian ( _searching_) dengan membawa 4 (empat) personel SAR Timika.

c. Pukul 06:33 WIT pesawat PT. Freeport Indonesia Heli Bell 407/ PK-ZGM, pilot : Capt. William Watson _take off_ menuju area sasaran pencarian.

d. Pukul 07:45 WIT pesawat CN-235/ A-2318, pilot : Mayor Pnb Yoga _landing_ kembali di Bandara Baru Mozes Kilangin Timika dengan aman.

e. Pukul 07:52 WIT pesawat PT. Freeport Indonesia Bell 407/ PK-ZGM, pilot : Capt. William Watson _landing_ kembali di Bandara Mozes Kilangin Timika.

f. Pukul 08:00 WIT dilaksanakan evaluasi hasil pencarian dan pengamatan lokasi jatuhnya pesawat PK-CDA. 
Hasil evaluasi, pesawat Bell 407/ PK-ZGM, pilot : Capt. William Watson berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat PK-CDC di wilayah Distrik Hoya, Kab. Mimika.

g. Selanjutnya dilaksanakan persiapan operasi evakuasi SAR terhadap _crew_ pesawat PK-CDC.

Demikian laporan pendahuluan, perkembangan dilaporkan pada kesempatan pertama.
Terima kasih.

Minggu, 08 September 2019

Bandara Wamena Tahun 60an

Menurut cerita Mbah  Sariyo salah satu pejuang Trikora yang saat itu mulai ditugaskan di Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya mengatakan bahwa Bandara Wamena awalnya belum bisa dipakai untuk pesawat mendarat maka ketika itu, dari beberapa satuan TNI yang ditugaskan disana ikut membantu pembuatan bandara ternak dari Kodam Siliwangi dll.
Cerita yang menarik adalah bandara tersebut dulu ditanami tumbal 7 kepala kerbau untuk keselamatan-Nya, dalam rangka mengetes kekerasan aspalnya maka digunakan bom tanam sebagai tolok ukur landasan pesawat Hercules bisa mendarat dengan baik.