Minggu, 20 April 2014

LDII MEMINIMALISIR GLOBAL WARMING


Sejak 2009 LDII telah melakukan gerakan penghijauan di seluruh nusantara dengan nama Go Green. Gerakan ini dilakukan di setiap kabupaten. Gerakan ini setidaknya telah melakukan 5,9 juta pohon di seluruh Indonesia, yang bertujuan untuk meminimalisasi pemanasan global.

Meski janji pengurangan emisi gas rumah kaca dari negara maju dipenuhi, suhu bumi akan meningkat lebih dari 4 derajat celsius. Tahun 2009, di Kopenhagen, Denmark, dalam Konferensi Perubahan Iklim, disepakati menahan peningkatan suhu 2 derajat Celsius.

Hal itu dikemukakan Wakil Presiden Bank Dunia dan Kepala Jaringan Pembangunan Berkelanjutan Rachel Kyte dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Senin (18/3/2013). Kyte didampingi Spesialis Manajemen Sumber Daya Alam Timothy H Brown serta Direktur Pembangunan Berkelanjutan Wilayah Asia Timur dan Pasifik John Rome.

Menurut Kyte, ”Sekarang kita sudah melampau batas kesepakatan.” Negara-negara miskin semakin kesulitan mengurangi kemiskinan karena dampak perubahan iklim. ”Beberapa negara bahkan mengalami kemunduran beberapa dekade ke belakang, dan jatuh miskin,” katanya. Hal ini disebabkan semakin tingginya intensitas, frekuensi, serta kualitas dari berbagai bencana terkait iklim. Menurut Kyte, dalam 30 tahun terakhir, kerugian akibat bencana iklim sudah tiga kali lipat.

Fenomena global inilah yang menjadi fokus perhatian LDII, pada acara Focus Group Discussion (FGD) mengenai Lingkungan Hidup. Acara ini menjadi masukan bagi LDII untuk menyempurnakan gerakan Go Green sekaligus “pemanasan” menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII di pertengahan Mei 2014, “Hasil dari FGD nantinya, menjadi masukan bagi para calon presiden mendatang, agar lebih memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Ketua DPP LDII DR Shibar Wiganda, Msc.

Acara tersebut menghadirkan para aktivis dan pemerhati lingkungan dari LDII, dan menghadirkan  Asisten Deputi Bidang Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Emma Rahmawati dan Dirjen Planologi Bambang Soepijanto. Menurut Emma menjaga ingkungan harus dimulai dari kehidupan sehari-hari dari mulai yang sederhana. “Misalnya memilah sampah, antara sampah yang basah dan yang kering, sehingga ada daur ulang dan manfaat dari sampah berupa pupuk organic,” ujar Emma.

Namun Emma juga mengingatkan, bila kesadaran lingkungan pada keluarga tinggi, namun tak didukung oleh sekitar dan tokoh masyarakat akan menjadi sia-sia, “Bila keluarga telah sadar lingkungan, namun ketua RT atau RW tak tanggap menyediakan tenaga kebersihan semisal pengangkut sampah, tong sampah, dll. Semua menjadi percuma,” tegas Emma.

Pengelolaan sampah yang baik, akan mengurangi pemanasan global. Karena pembusukan dari makanan akan menghasilkan gas metana yang terbukti mampu mengikis ozon dengan cepat. Untuk itulah polusi udara akibat gas metana, karbon dioksida, dll harus direduksi dengan pepohonan.

“Saat ini luas hutan di Indonesia mencapai 70 persen dari luas daratan,” ujar Bambang Soepijanto. Menurut Bambang, total luas hutan di Indonesia melebihi batas minimum yang diterapkan pemerintah, yakni 30 persen ruang hijau atau hutan. Namun demikian Bambang juga tak memungkiri penebangan liar terus mengancam hutan Indonesia.

Untuk itu, menurutnya, memerlukan kesadaran masyarakat agar tak terus menebangi hutan atau membakar lahan, “Efek berkurangnya pepohonan adalah pemanasan global. Suhu udara naik, yang memicu badai atau anomaly cuaca,” ujarnya.


Bambang menyambut baik gerakan Go Green yang dilakukan LDII. Sebagai dakwah dengan perbuatan – memberi contoh yang baik – sekaligus memetik manfaat dengan memperbaiki iklim bumi. (LC/LINES)  

Kamis, 17 April 2014

WARGA LDII KABUPATEN JAYAPURA MENCOBLOS

Pemilu tahun 2014 ini warga LDII kabupaten Jayapura Khususnya yang tinggal di Distrik Sentani Kelurahan Sentani kota RT/RW 01/02 Papua, pada tanggal 09 april 2014 telah menggunakan haknya sebagai warga negara untuk dipilih dan memilih. salah satu waga LDII Jayapura yang bernama Edy Kuswanto telah menyuarakan pilihan hati nuraninya dalam memilih wakil nya untuk duduk di DPRD  Kabupaten Jayapura, DPR Papua  dan DPR RI, serta DPD RI. Edy selaku salah satu Dewan pembina DPD LDII Jayapura mengatakan pemilu kali ini dia tidak mendapat undangan sebagaimana tertera UU Pemilu tahun  2008, dia dengan senang hati mendatangi TPS yang tersembunyi itu untuk menggunakan hak pilihnya.  dengan susah payah mendapatkan lembaran surat suara pemilu dengan bermodal KTP.
Pemilu secara keseluruhan di Kabupaten Jayapur berlangsung dengan tertib dan aman, wLaupun ada sebagian warga yang tidak bisa menggunaKan hak pilihnya.
Harapan masyarakat terhadap wakilnya di DPRD hari ini telah di tentukan dengan sebuah kertas yang di coblos warga NKRI.
SEMOGA PESTA RAKYAT INI MEMBAWA PERUBAHAN DAN KSEJAHTERAAN BAGI SELURUH UMMAT